sapi kembar, banyak terjadi di Kalsel

SAPI KEMBAR

( Kasus di Kalsel)

  • Kasus kelahiran sapi kembar pada sapi merupakan fenomena unik yang terjadi dalam dunia peternakan yang akhir-akhirnya menjadi perbincangan serius dikalangan para ahli genetik dan penentu kebijakan, khususnya departemen pertanian melalui Badan Litbang Pertanian Indonesia. Bahkan telah dicanangkan program kelahiran kembar atau sering disebut Twinning ini untuk mendukung tercapainya program Peningkatan Percepatan Swasembada Daging sapi ( P2SDS ).
  • Peristiwa kelahiran kembar ini juga sudah diamati oleh kalangan akademis dan saintis lebih dari lima dekade yang lalu. Dilaporkan bahwa percentase kelahiran kembar pada sapi Broun Swiss sebesar 2,2 % sedangkan pada sapi potong sebesar 0,44 %. Di Kalimantan Selatan , khususnya di Kabup[aten Hulu Sungai Tengah ,kasus kelahiran kembar juga sudah terjadi sejak lama, hanya tidak terdata secara rapi. Namun setidaknya masih ada catatan yang dilakukan oleeh para Inseminator sejak tahun 1993 hingga tahun 2008. Ada sekitar 40 kasus kelahiran kembar dari program Inseminasi Buatan. Dikalangan masyarakat peternakan khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, kelahiran kembar tersebut kemungkinan adanya pengaruh genetika, cara budidaya yang baik dan penjaminan pakan sepanjang tahun. Namun demikian prakiraan yang cukup mendekati adalah akibat sering nya mengkonsumsi rerumputan sawah yang sering disebut dengan rumput burak-burak. Konon rumput tersebut sangat kaya dengan gizinya, sehingga dapat menciptakan anak kembar dan secara kebetulan persentase kelahiran kembar berada pada wilayah dimana populasi rumput berak-berak cukup melimpah dialam bebas. Tapi inipun juga masih berupa teka teki……..sehinggaperlu diteliti lebih lanjut’’
  • Kelahiran kembar secara umum diyakini merupakan peristiwa yang dipengaruhi sifat genetik kembar yang pemunculannya sangat tergantung pada lingkungan , salah satunya adalah faktor pakan yang bermutu. Dengan demikian peristiwa kelahiran kembar yang terjadi disebabkan karena adanya proses SUPERFETASI, SUPEROVULASI DAN PEMBELAHAN ZIGOT.
  • Kembar karena superfetasi secara ilmiah tidak dapat dikatakan sebagai peristiwa kembar, karena sapi yang sudah bunting, kemudian pada hari ke 7-14 hari kebuntingannya justru menunjukkan tanda-tanda birahi, sehingga perlu dikawinkan lagi dan seandainya bunting kembali pasti kedua anaknya tidak sama umurnya.
  • Sedangkan kembar karena superovulasi karena terdapat dua atau lebih sel telur yang matang dan dapat dibuahi dalam satu siklus birahi. Kelahiran kembar dari peristiwa superovulasi disebut juga kembar fraternal. Peristiwa kembar baik superfetasi dan superovulasi , pembuahan sel telur terjadi oleh spermatozoa yang bereda, sehingga jenis kelamin pedet yang lahir dapat berupa jantan semua ( XY), keduanya betina ( XX) dan satu jantan (XY) dan satunya lagi betina ( XX). Namun biasanya yang betina akan menjadi mandul ( majir) ketika dewasa. Peristiwa ini disebut dengan premartin yang disebabkan terjadinya pencampuran hormon kelamin janytan dan betina pada awal pertumbuhan embrio yang mengganngu pertumbuhan organ kelamin dari embrio betina. Sedangkan kembar zigot ( monozygotik) kembar yang berasal dari satu telur dan setelah dibuahi membelah menjadi dua , sehingga sering disebut dengan kembar identik, yang artinya kedua individu mempunyai sifat  genetik yang hampir sama dan penampilan fenotipnya nyaris sama hampir tak ada perbedaan.
  • Kirpatrick dari “ Winconsin Agricultura College and Life Sciences “ mengatakan bahwa sifat genetik kelahiran kembar dari superovulasi terdapat pada kromosom 5,7 dan 19. Jika gen superovulasi terdapat pada kromoson 19 dimiliki oleh induk betina, maka tyerdapat peluang 10 % dari induk tersebut untuk melahirkan kembar dan jika pada kromoson 5 dan 7 juga terdapat gen bersifat superovulasi, maka peluang untuk melahirkan kembar meningkat 13 %.
  • Seleksi sifat kelahiran kembar, perbaikan managemen pakan dan sistem tatalaksana yang baik sangat berpeluang untuk menghasilkan anak sapi kembar. Dengan diketahuinya gen sifat kembar yang berada pada kromosom 5,7 dan 19, para ahli genetika telah mengembangkan alat DNA test untuk mendeteksi apakah betina yang pernah beranak kembar mempunyai sifat gen kembar atau tidak dan mendeteksi anak yang dilahirkan membawa gen kembar atau tidak. Tentunya penggunaan alat DNA test ini sangat memudahkan pengembangan program twinning cattle.
Iklan

Tentang nawawrad

lion grazy
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s