PERBAIKAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI MELALUI SUPEROVULASI UNTUK MEMACU KELAHIRAN KEMBAR

 

Permintaan daging sapi di Indonesia cenderung terus meningkat, sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.  Di Provinsi  Jambi peningkatan permintaan kebutuhan akan produk  daging sapi meningkat 26,46% dari tahun 1997 sampai tahun 2001.  Keadaan tersebut  memberi indikasi bahwa pasar daging sangat besar.  Menurut Bhari, S.dkk (2000), sebagian besar konsumen daging sapi adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas dan elastisitas pendapatan terhadap permintaan daging sapi relatif sangat tinggi.   Subtitusi produk ini cukup banyak, antara lain daging ayam dan ikan, oleh karena itu harga daging yang tinggi  tidak akan menyebabkan gejolak sosial, justru akan merangsang  berkembangnya industri dalam negeri.  Peluang yang sangat baik ini jika tidak dimanfaatkan oleh produsen  dalam negeri, maka akan mendorong impor yang akhirnya akan menguras devisa.   Hal ini dalam jangka panjang akan berdampak pada ketergantungan kita pada produk luar dan secara otomatis akan menghambat peluang untuk menciptakan lapangan kerja  dalam bidang industri sapi potong di pedesaan.

Permasalahan  reproduktivitas sapi lokal termasuk sapi bali memerlukan solusi dimana selama ini selalu terjadi penurunan populasi termasuk di Provinsi Jambi populasi sapi terus mengalami penurunan sebesar 2,68% per tahun dari tahun 1997 sampai 2001 (statistik peternakan Provinsi Jambi, 2001).  Hal ini selain disebabkan

 Oleh laju pemotongan ternak sapi yang melebihi laju pertumbuhan populasi, penurunan ini juga disebabkan karena rendahnya kemampuan reproduktivitas induk yang meliputi kematian embrional, kematian sebelum lahir, dan kematian sebelum disapih.  Oleh karena itu penanganan induk juga perlu diantisipasi baik dengan perbaikan kualitas pakan selama bunting dan melalui penambahan konsentrat maupun usaha untuk meningkatkan jumlah anak perkelahiran yaitu dengan perlakuan superovulasi,  yaitu  suatu teknik untuk memproduksi banyak oocyt  dengan mempercepat pamatangannya menjadi ova serta dapat diovulasikan sekaligus dalam jumlah korpus luteum.  Peningkatan ini dapat memperbaiki  pertumbuhan prenatal selama kebuntingan, meningkatkan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron dan meningkatkan aktivitas enzim sintatese laktosa serta produksi susu (Manalu dkk, 1996, Manalu, 1999, Frimawaty dan Menalu, 1999).

Iklan

Tentang nawawrad

lion grazy
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s