Plasma Nuftah Kerbau Rawa kalsel

KERBAU RAWA DI KABUPATEN BARITO KUALA (BATOLA) KALIMANTAN SELATAN

Oleh :

Ir. Arief Darmawan

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan

Jln. Panglima Batur Barat No : 4 Banjarbaru Kalimantan Selatan

Telp : 0511-772346 Fax : 0511- 781810 E-mail : bptpkalsel@indo.net.id

Kabupaten Barito Kuala dengan luas 2.996,96 Km² atau sekitar 7,99 % luas Kalimantan Selatan, yang mempunyai lahan basah/rawa seluas 112.532 Ha, merupakan salah satu kawasan yang mempunyai potensi sebagai sentra pengembangan ternak kerbau rawa (Bubalus carabanensis) atau yang dikenal dengan kerbau kalang. Namun populasi ternak kerbau masih rendah tercatat tahun 2004 yaitu sebesar 857 ekor. emeliharaan ternak kerbau lebih ditujukan sebagai ternak penghasil daging, mampu menyumbang sebesar 15,72% dari total produksi daging ternak besar, merupakan usaha turun temurun dan salah satu aset nasional yang perlu dijaga kelestariannya (plasma nutfah). Rataan produktivitas ternak kerbau  dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2001-2005) mengalami kenaikan sebesar  1,66%, sedangkan rataan tingkat pemotongan ternak kerbau sebesar 8,07%

Pendahuluan

Kerbau rawa merupakan salah satu ternak ruminansia (plasma nutfah) yang berkembang di Propinsi Kalimantan Selatan yang perlu dijaga kelestarian dan produktivitasnya.  Budidaya ternak kerbau rawa banyak dilakukan di daerah rawa yang relatif terpencil dari daerah lain yang dilakukan secara tradisional dengan cara digembalakan di rawa-rawa secara berkelompok, ternak ini berkembang biak secara alami (Saderi dkk., 2004).

Populasi ternak kerbau di Kalimantan Selatan pada tahun 2004 sekitar 38.488 ekor yang tersebar  terutama di 6 wilayah Kabupaten yaitu Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Barito Kuala (Batola), Banjar dan Tanah Laut dengan tingkat populasi yang bervariasi.

Barito Kuala merupakan suatu kabupaten di Kalimantan selatan yang cukup potensial untuk pengembangan kerbau karena didukung oleh lahan basah  cukup luas (7,78 %) dari toatal lahan yang tersedia.

Bagi masyarakat Barito Kuala khususnya masyarakat di kecamatan Kuripan memelihara kerbau merupakan salah satu sumber mata pencaharian sekaligus sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual bila memerlukan uang cepat.

Populasi

Menurut Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (2004), populasi kerbau rawa yang ada di Kabupaten Barito Kuala berjumlah 857 ekor.

Perkembangan populasi ternak kerbau di Kabupaten Barito Kuala Kalimantan selatan dapat dilihat pada tabel berikut :

Paremeter Jumlah
Populasi awal  tahun 2004 801 ekor  (2,13 % dari populasi di Kalsel)
Kelahiran 123 ekor (15,36 %)
Kematian 10 ekor (1,25 %)
Pemasukan 15 ekor (1,87 %)
Pengeluaran 0            ( 0 %)
Pemotongan 72 ekor (8,99 %)
Pertumbuhan 56 ekor  (6,99 %)
Populasi Akhir tahun 2004 857 ekor (2,23 % dari populasi di Kalsel)

Penggunaan Lahan

Total luas lahan Kabupaten Barito Kuala 2.996,96 Km² atau sekitar 7,99 % luas Kalimantan Selatan, yang terdiri dari lahan kering dan lahan basah/lahan sawah.  Lahan kering yang telah diusahakan untuk pertanian sekitar 32.331,30 Ha (17,38 %) dari 186.019, 60 Ha lahan kering yang tersedia dan masih terdapat sekitar 33.700,40 Ha lahan kering yang belum diusahakan.  Sedangkan untuk lahan basah/berair telah diusahakan seluas 85.991,80 Ha (76,42 %) dari 112.532 Ha lahan yang tersedia (BPS, 2004)

Luas padang penggembalaan pada lokasi pengkajian adalah 518,57 Ha dengan populasi ternak kerbau sebanyak 857 ekor.  Hal ini mempunyai peluang yang cukup besar untuk pengembangan  populasi kerbau karena didukung dengan adanya tanaman/hijauan yang dominant berupa padi hiang dan rumput batu dan didukung dengan peningkatan pembukaan areal hutan menjadi padang penggembalaan.

Hasil estimasi produksi hijauan pada musim hujan  jenis rumput batu dan padi hiang masing  11,15 ton dan 10,9 ton per ha, bila diasumsikan 1 ekor kerbau memerlukan  hijauan 10 % dari bobot badan  maka dilokasi tersebut bisa kembangkan lagi sekitar 625 ekor kerbau.  Hal ini menunjukan bahawa potensi luasan padang penggembalaan masih memungkinkan untuk ditingkatkan pengembangan kerbau rawa sebagai salah satu sumber pendapatan petani.

Sistem Pemeliharaan

Ternak kerbau di Batola pada umumnya  cara pemeliharaannya tidak jauh berbeda dengan cara pemeliharaan kerbau rawa lainnya  di Kalimantan Selatan, pada musim penghujan kerbau digembalikan sepanjang hari dan pada malam hari dimasukan ke kalang.  Kerbau di keluarkan dari kalang antara jam  07.00 – 08.00 tergantung keadaan cuaca bila cuaca agak buruk/hujan kerbau baru bisa  dikeluarkan jam 09.00.  Kerbau baru masuk kalang kembali jam  05.00 sore.  Berbeda dengan musim kemarau dimana kalang sudah tinggi dan kerbau tidak bisa lagi masuk kekalang, maka kerbau dipelihara didekat telaga  untuk memudahkan kerbau minum dan berendam sepanjang siang dan malam.

Kepemilikan kerbau  berpariasi antara 1 paha (1 ekor dimiliki oleh 4 orang peternak) sampai 50 ekor dengan rataan  5 ekor dan umumnya dipelihara sendiri, namun ada juga yang dipelihara orang lain (dikaronkan/digaduhkan dengan cara bagi hasil, 50% : 50%)

Jenis hijauan yang dimakan kerbau cukup banyak yang didominasi berupa jenis padi hiang,  rumput minyak, rumput mining, rumput jolok dan sumpilang dan jenis  hijauan ini akan bertambah lagi bila musim kemarau.

Prospek Pengembangan

Mengingat masda lalu, melihat masa sekarang dan menapak masa depan maka prospek pengembangan kerbau rawa cukup menjanjikan.

Oleh karena itu, dalam penyusunan strategi pengembangannya perludiperhatikan analisi SWOT seperti berikut:

Faktor Ekster nal

Faktor Internal

Kekuatan (S) Kelemahan (W)
Peluang (O) S D M

Parawisata

Pasar

Bibit

Pakan

Lahan

Iklik

Konsumsi

Teknologi

Reproduksi

Tantangan (T) Sapronak

Dana

Populasi

Produksi

Produktivitas

Penyakit

Birokrasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s